FENOMENA PONARI

24 03 2009

 

          Fenomena M. Ponari yang berumur (9 tahun) warga  Dusun  Kedungsari,  Kecamatan  Jombang Jawa  Timur, yang  diyakini  sejumlah   orang  bisa mengobati  penyakit,   padahal   sebenarnya  yang  bisa  menyembuhkan  penyakit  hanya  Allah SWT. Barangkali  perlu  menjadi  pemikiran  masyarakat Indonesia  “ Bahwa  pelayanan  kesehatan  yang diberikan  pemerintah  saat  ini  belum   memenuhi kebutuhan  masyarakat  di  lapisan      menengah maupun di lapisan bawah, akibatnya masyarakat lari kepada  cara  pengobatan  yang  biayanya   murah, yang bersifat supranatural dan irrasional dan  tidak memikirkan bagaimana hukumnya? karena saat ini berobat ke dokter sangat mahal biayanya. 

          Bagi kita masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT sebaiknya bila kita sakit berdoa sajalah menurut Alquran “

 

      اَسْئَلُ اللَّهَ اْلعَظِيْمِ رَبَ

 

اْلعَرْشِ ِاْلعَظِيْمِ اَنْ يَشْفِيَكَ.

 

  

      رَبِّ أَنِِّى مَسَنِي الضُرُّ وَاَنْتَ ا َرْحَمُ

 

الرَّاحِمِيْنَ .

 

 

         Saya mengadu kepada Allah SWT Yang Maha Agung Tuhan Yang mempunyai singgasana Yang Agung untuk menyembuhkanku 7X.

         Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang diantara semua Penyayang 3X.

 

 

 





MENCARI KEBAHAGIAAN…………..

8 10 2008

         

Bahwa orang hidup di dunia ini pasti mencari kebahagiaan, tidak ada orang hidup di dunia ini mencari kesengsaraan.

 

            Menurut Aristoteles bahwa “ Bahagia “ itu untuk semua manusia, walau binatang sebenarnya juga merasa bahagia namun kita tidak mengetahuinya tentang bahasa binatang itu sendiri.

 

            Menurut Prof. Hamka bahwa “ Bahagia “ itu bermacam-macam misalnya :

-          Orang yang sakit akan merasakan bahagia jika ia sembuh,

-          Orang yang sedang jatuh cinta, ia akan merasakan bahagia jika diterima cintanya,

-          Orang yang miskin akan merasakan bahagia jika ia terpenuhi kebutuhannya, dan lain sebagainya.

 

Kita  sebagai  umat  Islam  akan  merasakan  kebahagiaan  jika  Qona’ah “menerima apa yang ada dan mensyukurinya”( tetap berikhtiar tanpa menyerah)” serta mau diatur oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW, bukan menerima apa adanya ( tidak ada usaha) .

 

Dalam Surat Al-Ahzab ayat :71 yang artinya “ Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu dan barang siapa mentaati Allah dan Rosulnya maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

 

            ada 3 kelompok ukuran kebahagiaan:

 

            Materialisme, orang yang selalu mementingkan dunia dan tidak percaya lagi    dengan kehidupan Akherat , sepanjang hidupnya untuk kebahagiaan dunia saja.

 

            Ideologisme, orang yang selalu mementingkan akherat saja dan tidak pernah memikirkan kehidupan dunia, sepanjang hidupnya untuk mencari kehidupan akherat.

 

            Dualisme , orang yang selalu mementingkan dunia dan akherat, karena dalam Islam dianjurkan keseimbangan antara keduanya, kita mau meraih kebahagiaan akherat tanpa dunia tidak akan tercapai, kita sebagai Pengabdi negara sudah selayaknya dan sepantasnya mengikuti aliran yang Dualisme ini. Marilah pada  hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H momen yang sangat bagus ini kita mulai / manfaatkan yang sebaik-baiknya keseimbangan antara dunia dan akherat sehingga kita menjadi insan yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT dan semoga puasa ramadhan    1429 H masih “ koma dan bisa ketemu dengan ramadhan 1430 H, karena bila sudah “titik berarti kita sudah tidak menemui puasa ramadhan di tahun yang akan datang.

 

 





“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1429 H”

19 09 2008

Hari Raya Idul Fitri 1429 H sebentar lagi tiba

Selamat menyambut kebersihan hati dan jiwa

Dengan memperbanyak amal perbuatan kita

Semoga kita kembali ke Fitrahnya

Yang Insya Allah bersih dari segala dosa

 

Mari kita sambut dengan sukacita

            Semoga lebaran kali ini menjadi lebaran yang bermakna

Dalam hidup kita semua

Dan semoga kita semua mendapat gelar orang yang bertakwa

Sehingga menjadi bangsa Indonesia yang aman, damai, dan Sejahtera

 

Akhir kata……..

Minal Aidin Wal Faidzin

Mohon maaf lahir dan batin baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja

Semoga amal ibadah kita selama Ramadhan

Diterima oleh Allah SWT, amin.

 





RASULULLAH SAW SEBELUM TIDUR MELAKUKAN ………….

16 09 2008

 ]كااَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلىَ فِرَاشِهِ كُلَ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيْهِمَا, فَقرأَ فِيْهِمَا : ” قُلْ هُوََاللَّهُ أَحَدٌ” و” قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الفَلَقِِ” و” قُلْ أَعوْذُ بِرَبِّ النَّاس ِ” ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ, يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ , وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ , يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَ ثَ مَرَّاتٍ.

Adalah Nabi SAW ketika mau tidur setiap malam mengumpulkan tangannya kemudian menghembuskan kedalam kedua tangannya serta membacakannya Surat Al-Ikhlash,Surat Al- Falaq, dan Surat An-Naas,kemudian kedua tangannya mengusap apa yang mampu dari jasadnya, beliau memulai dari kepalanya,  wajahnya dan apa-apa yang ada didepan jasadnya 3 x.

Kita sebagai hamba Allah yang sangat lemah sekali di muka bumi ini kita harus berserah kepadaNYA, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, karena zaman sekarang banyak insan yang tidur akan tetapi tidak bisa bangun di pagi hari alias tidur langsung(meninggal dunia), untuk itu marilah kita usahakan dan dipaksa dan akhirnya kebiasaan untuk sebelum tidur kita membaca “ 3 Surat tersebut “ dan mengusapkannya ke seluruh badan kita, sehingga kita selalu dijaga oleh Allah SWT, Amin.

           





Check out my Slide Show!

11 09 2008