Bahwa orang hidup di dunia ini pasti mencari kebahagiaan, tidak ada orang hidup di dunia ini mencari kesengsaraan.
Menurut Aristoteles bahwa “ Bahagia “ itu untuk semua manusia, walau binatang sebenarnya juga merasa bahagia namun kita tidak mengetahuinya tentang bahasa binatang itu sendiri.
Menurut Prof. Hamka bahwa “ Bahagia “ itu bermacam-macam misalnya :
- Orang yang sakit akan merasakan bahagia jika ia sembuh,
- Orang yang sedang jatuh cinta, ia akan merasakan bahagia jika diterima cintanya,
- Orang yang miskin akan merasakan bahagia jika ia terpenuhi kebutuhannya, dan lain sebagainya.
Kita sebagai umat Islam akan merasakan kebahagiaan jika Qona’ah “menerima apa yang ada dan mensyukurinya”( tetap berikhtiar tanpa menyerah)” serta mau diatur oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW, bukan menerima apa adanya ( tidak ada usaha) .
Dalam Surat Al-Ahzab ayat :71 yang artinya “ Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu dan barang siapa mentaati Allah dan Rosulnya maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.
ada 3 kelompok ukuran kebahagiaan:
Materialisme, orang yang selalu mementingkan dunia dan tidak percaya lagi dengan kehidupan Akherat , sepanjang hidupnya untuk kebahagiaan dunia saja.
Ideologisme, orang yang selalu mementingkan akherat saja dan tidak pernah memikirkan kehidupan dunia, sepanjang hidupnya untuk mencari kehidupan akherat.
Dualisme , orang yang selalu mementingkan dunia dan akherat, karena dalam Islam dianjurkan keseimbangan antara keduanya, kita mau meraih kebahagiaan akherat tanpa dunia tidak akan tercapai, kita sebagai Pengabdi negara sudah selayaknya dan sepantasnya mengikuti aliran yang Dualisme ini. Marilah pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H momen yang sangat bagus ini kita mulai / manfaatkan yang sebaik-baiknya keseimbangan antara dunia dan akherat sehingga kita menjadi insan yang benar-benar bertakwa kepada Allah SWT dan semoga puasa ramadhan 1429 H masih “ koma” dan bisa ketemu dengan ramadhan 1430 H, karena bila sudah “titik” berarti kita sudah tidak menemui puasa ramadhan di tahun yang akan datang.











Apa sebutannya tidak memikirkan dunia dan tidak memikirkan akhirat ?
EGPisme…
Taman bahagia itu adalah hati kita, kita tanami dengan pohon-pohon kebajikan, kita rawat dengan doa, kita pupuk dengan syukur, kita sirami dengan ikhlas ….
Sudah lama Qolil tidak posting ….. apakah dia bosan berdakwah ….. ?
Sejak saya berkunjung ke sini lebih dari satu setengah bulan yang lalu, belum ada yang baru ……….. , kapan ya? Atau bahkan mungkin saya lebih sering berkunjung ke blog ini dari pada pemiliknya sendiri?
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Selamat sore Bapak, semoga bapak sekeluarga selalu dalam lindungan Allah SWT dan dalam keadaan Sehat Wal’afiat, Amin.
Sebelumnya Qolil minta maaf karena sudah hampir dua bulan tidak pernah isi blog, dikarenakan saya tidak bisa atur waktu dan masalah yang utama adalah di Subpok saya Internetnya rusak. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak atas petunjuknya dan bantuannya, hanya Allah yang bisa membalasnya , Amin.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.
[...] Qolil ustadz yang sering berdakwah lewat [...]