MARHABAN YA RAMADHAN 1429H

8 09 2008

Umat Islam seluruh dunia menyambutnya dengan suka cita. Karena bagi umat Islam Ramadlan mempunyai kedudukan dan makna yang sangat penting yang membedakannya dengan bulan-bulan yang lain. Banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi pada bulan yang penuh berkah ini.
1. Wahyu Al Qur’an –sebagai kitab suci umat Islam– pertama kali turun pada bulan suci Ramadlan (Q.S. al Baqarah: 185).
2. Lailatul Qadar yang kebaikannya melebihi seribu malam (di luar Lailatul qadar ) juga hanya terjadi di bulan suci Ramadlan (Q.S: al Qadar: 1-5).
3. Umat Islam pertama kali memperoleh kemenangan dalam perang badar juga terjadi pada bulan Ramadlan.
4. Menurut sejarah nasional Indonesia, bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah pun terjadi pada bulan suci Ramadlan.
Bulan suci Ramadlan disebut dengan :
a. Syahrul Ibadah (bulan ibadah) karena di bulan ini terhampar kesempatan beribadah yang luas dengan imbalan ganjaran yang lebih besar daripada bulan-bulan selain Ramadlan. Karenanya, semangat beribadah umat Islam di bulan ini cenderung mengalami peningkatan.
b. Syahrul Jihad (bulan perjuangan). Dikatakan demikian karena di dalam bulan ini kita dihadapkan pada sebuah perjuangan yang sangat besar, yaitu perjuangan dalam mengendalikan diri dari hawa nafsu yang diperbolehkan, yaitu nafsu makan dan minum serta aktivitas seksual di siang hari. Karena itulah, Ramadlan juga dikenal dengan Syahrus Shiyam (bulan puasa).
Dalam agama islam, ada dua bentuk ibadah; yaitu ibadah dalam arti vertikal (Ibadah Mahdlah) dan ibadah secara horisontal/sosial (Ibadah ghoiru Mahdlah).
a. Ibadah secara vertikal berarti penghambaan terhadap Tuhan secara langsung, seperti shalat, puasa, dan haji.
b. Ibadah secara horisontal adalah penghambaan terhadap Tuhan melalui kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang selaras dengan misi dan risalah ilahi. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa semua perbuatan baik (amal saleh, bekerja, dan social lainnya) dapat dikategorikan sebagai sebuah ibadah kepada Allah.
Semua bentuk ibadah baik yang bersifat vertikal maupun horizontal, sesungguhnya memuat pesan sosial. Ibadah-ibadah dalam arti vertikal seperti shalat, puasa, dan haji juga mempunyai dimensi sosial apabila kita mau menelaah lebih jauh. Dalam hal ini, Fazlur Rahman berpendapat bahwa lima rukun Islam (Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa, dan haji) itu sesungguhnya sarat dengan pesan-pesan sosial. Gagal dalam menangkap pesan-pesan tersebut, maka kurang sempurna pula kita dalam melakukan ritual-ritual tersebut. Akibatnya, ritual-ritual yang kita kerjakan akan terjebak pada rutinitas formalitas saja.
Ibadah puasa mempunyai makna sosial selain sekedar menahan diri dari lapar dan dahaga. Dalam hal ini, Nabi pernah bersabda:
“Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan haus.”
Hal itu terjadi karena mereka cenderung hanya berpuasa secara rutinitas formalitas saja, sehingga mereka gagal menangkap ‘makna yang tersembunyi’ di balik ritual puasa tersebut. Hanya predikat takwa yang merupakan tujuan akhir dari ibadah puasa ramadlan.
PESAN SOSIAL PUASA
1. Puasa memuat pesan lebih dari sekedar mengendalikan diri dari makan, minum, dan aktivitas seksual sejak dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Lebih jauh, puasa merupakan sebuah media pengendalian diri dari hal-hal yang bisa menghalangi pintu menuju Tuhan. Dalam konteks demikian, puasa adalah jihad. Dan tantangan jihad yang paling besar, kata Nabi, adalah jihad melawan hawa nafsu atau jihad melawan kesenangan duniawi. Dengan demikian, puasa sesungguhnya bisa menjadi parameter yang efektif dalam menentukan berhasil tidaknya kita dalam berjihad.
2. Puasa merupakan sebuah latihan pengendalian dari perbuatan tamak dan rakus. Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengatakan bahwa bencana paling besar dalam kehidupan manusia adalah nafsu perut. Banyak kasus kejahatan dan penyelewengan seperti korupsi muncul karena sifat tamak dan rakus demi perut. Orang yang berpuasa dituntut untuk mengambil pelajaran ini sehingga kita bisa menjadi pribadi yang tidak tamak dan rakus karena perut. Seandainya, pelajaran ini bisa berhasil ditangkap dan dilaksanakan oleh para pemimpin bangsa Indonesia yang mayoritas muslim ini, maka persoalan korupsi tidak akan menjadi masalah yang begitu besar di Indonesia.

3. Puasa dapat melatih dan menumbuhkan rasa solidaritas sosial antar sesama. Dengan berpuasa kita menjadi tahu bagaimana pengalaman hidup orang-orang miskin yang senantiasa hidup dalam ketiadaan dan keterbatasan makanan. Oleh karena itu, setelah berpuasa sebulan penuh kita diwajibkan membayar zakat untuk selanjutnya diberikan kepada orang-orang yang berhak dan membutuhkan. Ini merupakan pelajaran yang sangat mulia sekali dalam rangka memperkecil angka kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.
Itulah beberapa pesan yang bisa kita tangkap di balik ritual tahunan puasa Ramadlan. Kalau saja, pesan-pesan sosial tersebut berhasil dipahami dan diimplementasikan dengan baik, maka tentu ibadah puasa yang kita lakukan saat ini tidak dilakukan sekedar memenuhi kewajiban yang cenderung rutinitas dan formalitas saja, melainkan ibadah puasa mempunyai arti penting dalam upaya transformasi diri dan juga masyarakat sehingga tercapai tujuan akhir dari puasa yaitu taqwa kepada Allah SWT. Marhaban Ya Ramadlan. Selamat berpuasa bagi yang menunaikannya.
Itulah hakikat takwa yang merupakan tujuan akhir puasa. Dalam konteks ini, predikat takwa diberikan kepada mereka yang sanggup menyingkap pesan sosial puasa seperti yang telah dijelaskan di atas dan mampu mengimplementasikan pesan tersebut dalam kehidupan sosial. Marhaban Ya Ramadlan. Selamat berpuasa bagi yang menunaikannya.





SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1429 H

1 09 2008

            Perkataan yang indah adalah  “ Allah SWT” lagu yang merdu adalah “Adzan” media yang terbaik adalah “Alqur’an”senam yang sehat adalah “Sholat” diet yang sempurna adalah “Puasa” kebersihan yang menyegarkan adalah “Wudlu” perjalanan yang indah adalah “Ibadah Haji” hayalan yang baik adalah “Ingat dosa dan Taubat” Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1429 H bagi yang menunaikan,semoga Ibadah kita diterima oleh Allah SWT, Amin.                                                                       





MARHABAN YA RAMADLAN 1429 H

28 08 2008

Orang yang merasa senang dalam menghadapi bulan Ramadlan diharamkan masuk neraka. Adapun ciri-ciri orang yang senang dalam menghadapi bulan Ramadlan adalah sebagai berikut :

1.       Dalam bulan Sya’ban berpuasa sunah dalam rangka menyambut bulan Ramadlan, apalagi punya hutang puasa pada tahun lalu, maka segera dibayar.

2.         Di bulan sya’ban memperbanyak Silaturrohim dalam arti saling maaf memaafkan, sehingga ibadah kita di bulan Ramadlan tidak ada ganjalan sama sekali dengan sesame umat.

3.         Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT,sehingga kita menyadari bahwa kita adalah hamba yang sangat lemah dihadapan Allah SWT.

4.         Memperbanyak bersedekah, orang yang bersedekah rizkinya akan bertambah dan tidak akan berkurang, bersedekah disini bukan hanya bagi orang yang cukup hartanya,bagi yang kurang ada ( bertemu dengan sesama kerja dengan suasana persaudaraan, saling menyapa saling membantu dengan hati yang tulus dan menyenangkan itu sudah dinamakan sedekah).

5.         Di bulan Sya’ban Ziarah kubur, dengan tujuan mendoakan kedua orang tuanya, sanak saudaranya dan ingat akan kematian sehingga kita menyadari bahwa hidup ini ditangan Allah SWT, sehingga ibadah Ramadlan kita bisa khusu’ dan khidmah.





مَرْ حَبًا يَا رَمَضَانَ ۵١٤٢٩

25 08 2008

Sekiranya ada tersilap, telanjak tutur bahasa, tersinggung perasaan.

Satu harapan mohon dimaafkan lahir dan bathin.

Berputih hati jelang Ramadhan .

  Marhaban ya Ramadhan .

Selamat menunaikan  ibadah Puasa 1429 H.

Semoga segala amal ibadah kita diterima Allah SWT. Amin.





HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-63

20 08 2008

Peringatan HUT proklamasi kemerdekaan RI ke-63 tahun 2008 “ Dengan semangat Proklamasi 17 agustus 1945, kita perkuat Ketahanan Nasional dalam menghadapi tantangan Global, serta kita lanjutkan Pembangunan Ekonomi Menuju Peningkatan Kesejahteraan Rakyat”. Kita mulai dari diri kita masing-masing terutama dalam hal kedisiplinan kerja dan dalam penghematan penggunaan Listrik, BBM, serta Air.

Komplek Dephan Mabes TNI Jati Makmur Pondok Gede, kemeriahan peringatan HUT RI ke-63 dirayakan dengan berbagai kegiatan-kegiatan sejak awal Juli 2008 antara lain :( Catur, Tenis MEja, tenis Lapangan, Badminton, Bola Voly, Futsal, sepeda hias dan beraneka macam permainan anak-anak ) dan puncaknya pada hari Minggu pagi ( 24-8-2008) pukul 5.30 WIB akan diadakan jalan santai seluruh warga Komplek Dephan Mabes TNI, dengan menampilkan berbagai atraksi  dari warga RW 018.

Tidak terasa peringatan HUT proklamasi kemerdekaan negeri kita tercinta sudah kita lewati dengan berbagai kegiatan mulai dari Balita sampai dengan orang tua. Meski terus dilanda berbagai persoalan; bencana alam, intrik politik, kasus korupsi, suap-menyuap, praktek kriminalitas dan persoalan pelik lainnya… namun bagaimanapun Indonesia adalah negeri kita… tempat kita lahir, tumbuh, belajar dan beraktifitas. Siapa lagi yang akan membelanya kecuali kita, rakyat yang berada dalam kedaulatannya.

Maka marilah kita isi kemerdekaan kita ini dengan hal-hal yang positip, terutama dan utama dalam menghadapi bulan Ramadlan yang sebentar lagi akan datang, merdeka…merdeka….merdeka…… Indonesia pasti bisa.